Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juli 04, 2012

Sudah tau isi ka'bah sebenarnya seperti apa?, ini dia

Tak sembarang orang yang bisa memasuki Ka'bah. Oleh sebab itu, banyak yang bertanya, apa sebenarnya yang ada dalam Ka'bah itu ? Apa benar dalam Ka'bah masih tersimpan berhala-berhala zaman dulu sebagaimana yang dituduhkan kaum perusak Islam?

Sebagaimana yang diperlihatkan dokumenter Kerajaan Arab Saudi, isi dalam Ka'bah hanya berupa ruangan kosong. Bahagian dalam Ka'bah terdapat tiga pilar dari kayu gaharu terbaik. Panjang satu pilar sekitar seperempat meter atau setengah meter berwarna campuran antara merah dan kuning. Ketiga pilar ini berjejer lurus dari utara ke selatan.

Pada awal abad ini (tahun 2000-an), bagian bawah ketiga pilar retak yang kemudian diperbaiki dengan diberi kayu melingkar di sekelilingnya. Ketiga pilar ini dibuat atas inisiatif Abdullah ibn Al Zubair tiga abad yang lalu. Meski demikian, ketiganya masih tetap kokoh hingga saat ini.

Atap dalam Ka'bah penuh dengan ukiran-ukiran mengagumkan, selain diberi lampu-lampu indah yang terbuat dari emas murni dan dari per­hiasan-perhiasan indah lainnya. Lantai Ka'bah dibuat dari batu pualam putih.

tittorohendra.blogspot.com
Dinding Ka'bah bagian dalam dibalut dengan batu pualam war­na-warni dan dihiasi dengan ukiran bergaya Arab. Terdapat tujuh papan yang menempel di dinding ini yang bertuliskan nama-nama orang yang pernah merenovasi atau menambahkan sesuatu yang batu di dalam Ka'bah atau Masjidil Haram.

Dikatakan bahwa tembok Syadzarwan adalah bangunan tambahan pada Ka'bah yang dikerjakan oleh kaum Quraisy. Menurut mazhab Syafi'i dan Maliki, tembok Syadzarwan termasuk bagian Ka'bah, sehingga jamaah haji yang bertawaf harus berada di luarnya. Pendapat sebaliknya dikatakan oleh mazhab Hanafi. Menurut mereka, tembok Syadzarwan bukan merupakan bagian Ka’bah.

Adapun mazhab Hanbali memilih berada di antara dua pendapat di atas. Menurut mereka, menjauhi tembok itu sangat dianjurkan, tetapi seandainya jamaah melakukan tawaf di dalamnya maka tawafnya tetap sah dan tidak sampai rusak.

Yang jelas, belum diketahui secara pasti kapan pertama kali tembok Syadzarwan dibangun. Setiap kali Masjidil Haram dipugar, tempat-tempat di sekitarnya juga dipugar. Yang pasti, tembok Syadzarwan mengalami pemugaran pada tahun 542 H, 636 H 660 H, dan 1010 H.
sumber : apakabardunia.com
READ MORE - Sudah tau isi ka'bah sebenarnya seperti apa?, ini dia

Selasa, Juli 03, 2012

Kisah Mua'allaf Menerima Berkah Setelah Masuk Islam .

Waah kisah seorang mu'allaf  ini semakin menampatkan hati bagi kita bahwa jodoh Allah yang atur , jadi bagi sobat muslim yang beriman maka jangan ragu dan bimbang (rentan galau). kisah ini menceritakan seorang muaallaf yang mendapatkan berkah setelah masuk islam berlipat2. check it out sendiri deh ceritanya

Matthew Keller, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Manchester ini berbasa-basi mengajak berbicara dengan seorang mahasiswi Muslimah di kampusnya. Ia tertarik mengajaknya berdiskusi karena penampilannya berbeda dengan rekan-rekannya yang lain, berjilbab.

Alangkah terkejutnya, ketika ia mengetahui sang mahasiswi ternyata adalah seorang mualaf. Apa yang diceritakannya, hampir sama dengan apa yang dirasakannya.

"Saya memiliki agama dalam kehidupan saya, tetapi gagasan trinitas sungguh menjadi pertanyaan bagi saya sedari kecil. Kemudian teman saya menjelaskan prinsip Islam kepada saya, fakta bahwa tak satu pun dari para nabi adalah anak-anak Allah, Allah tidak memiliki anak, entah itu anak laki atau perempuan," ujarnya.

Baginya, hal itu lebih masuk akal. Sejak itu, ia mulai menjelajahi tiap literatur mengenai islam. "Saya hampir sepanjang hari berselancar di dunia maya untuk mengetahui prinsip Islam tentang ini atau itu. Saya menjadi hampir terobsesi dengan itu," ujarnya.

Hingga akhirnya, timbul keinginan untuk memeluk Islam. Namun, ia selalu ragu. "Apa kata keluarga saya nanti? Apa komentar teman-teman? Apakah saya siap untuk tidak minum alkohol dan konsisten melakukan shalat lima kali sehari? Tapi di atas semua itu, faktor keluarga yang paling dominan," tambahnya.

Matthew besar dalam keluarga yang hangat. Kedua orang tuanya adalah penganut Katholik yang taat. "Saya tak ingin melukai mereka dengan berpindah agama," katanya.

Namun suatu hari ia terbangun dan menyadari tak ingin menipu diri sendiri. "Saya tahu apa yang ada di hati saya, lakukan saja. Jadi saya pergi ke teman-teman Muslim saya dan berkata, "Bagaimana Anda benar-benar menjadi seorang Muslim dan apa yang harus saya katakan?" Ia pun bersyahadat dituntun teman-temannya.

Ia ingat, syadat itu diucapkannya menjelang Natal 2006. "Sungguh bukan momen yang pas untuk memberitahu keluarga saya tentang keislaman saya," ujarnya.

Ia memulai dengan ibu dan adik-adiknya, karena mengaku pada sang ayah, ia belum berani. "Itupun, saya hanya menunjukkan buku-buku tentang Islam pada mereka dan bilang 'aku sedang baca buku ini' dan mereka terkejut," ujarnya.

Sang ibu diam-diam turut membaca buku itu. Sehingga, saat ia hendak memberitahukan telah menjadi mualaf, sang ibu sudah menebaknya. Ia terharu saat sang ibu bilang: "Apa pun yang kau ingin lakukan dalam hidup aku akan mendukungmu. Jika kau senang, aku ikut bahagia." Namun ia meminta sang ibu merahasiakannya dari ayahnya.

Menemukan tambatan hati

Menjadi Muslim, ia mengaku hidupnya lebih tertata. Ia memang tak minum minuman keras, tapi ia tak kehilangan teman-temannya. melihat pergaulan bebas di London, ia berpikir untuk menikah, agar tak berzina.

Tekadnya satu, istrinya haruslah seorang Muslimah. Itu sebabnya, ia mendaftar ke situs perjodohan Muslim. Di situs itulah ia bertemu dengan Sumia, seorang gadis keturunan India yang ternayat kuliah di kampus yang sama. Sumia tengah mengambil gelar master untuk bidang ilmu keperawatan.

Saat keduanya merasa cocok, pernikahanpun dirancang. "Saat mengenalkan Sumia, saya mengaku pada ayah bahwa saya telah menjadi seorang Muslim," ujarnya. Ayahnya sempat berang, namun akhirnya menerima. "Dia bahkan sangat sayang pada Sumia."

Bagi Matthew, Sumia adalah "hadiah" dari Allah setelah ia menjadi Muslim. Dan, ada satu "bonus" lainnya: berhaji.

Ya, keduanya dianggap oleh situs yang menjodohkannya sebagai "pasangan terhebat" yang bertemu melalui situs itu dan menginspirasi banyak orang. Maka Oktober tahun lalu, keduanya menunaikan ibadah haji. 

"Sungguh itu berkah yang tak terduga, Subhanallah," ujar calon dokter ini

Marten Keller dan Sumia

Read more: http://www.atjehcyber.net/2012/06/matthew-keller-allah-memberiku-bonus.html#ixzz1zZmUx6St
Sumber: Singlemuslim, menmedia.co.uk, republika.co.id
READ MORE - Kisah Mua'allaf Menerima Berkah Setelah Masuk Islam .

 
© Copyright 2012.Leak & Proof: islam | Template by INFONETMU